Ini pertama kali aku lebaran jauh dari orang tua Q. Sedih banget sich, tapi berkurang dikit karena ada suami Q di sampingQ. Emang awalnya udah merencanakan lebaran di Banda Aceh karena kondisi tubuh ku yang ngak memungkinkan. So, mesti lebaran di Banda dech demi menjaga agar tetap dalam keadaan baik-baik saja.
Lebaran di banda kayak nggak ada lebaran aja. Biasa. Mungkin karena nggak ortu kali ya... Rencana mau shalat di mesjid raya. Gak jadi dech. Hujan sich. ngak punya mobil....Hehehe
Friday, December 12, 2008
Bekas Luka di Dagu Q
Ingat masa kecilku nie...
Rindu sich...
Soalnya waktu kecil ngak mikir apa2
Kerjanya cuma main doank.
Waktu itu, aku dengan keluarga Q pergi ke rumah sodara tuk berlebaran, tepatnya di rumah Makbang (kakak sepupu ibuku). Kebayang dech, sebagai kakak tertua di keluarga, semua sodara-sodara ngumpul di situ. Base camp gitu. Aku juga senang banget. Semuanya ngumpul en bisa main2 dengan mereka.
Nah, waktu itu bang dedi (sodaraku) ngajak maen-maen gitu. Permainan anak lelaki, yaitu manjat tembok. Mulanya aku nolak. Abisnya ya nggak bisa. Aku sedikit lebih rendah dari dia. Otomatis, ngak nyampe. Bang dedi nantangin aku. Akhirnya aku luluh juga. Ditantang sich... gimana coba??? bangkitlah keberanianku.
Pas nyoba-nyoba naik. Eh ternyata bisa. Alhamdulillah... Senengnya. Abis itu, aku ditantang lagi buat megang atap. Pengen nyoba juga akhirnya. Perlahan-lahan nyobanya. Opssssssss... ngak nyampek. Jatuh dech ke lantai. Lantainya penuh dengan darahku. Daguku terluka. aku pun menangis. Kontan Bapakku bangun dan segera mengambilku. Kemudian beliau membopong ku ke rumah sakit dengan vespa yang aku nggak tahu punya siapa.
Nggak lama kemudian, jarum suntik membiusku. sebelumnya aku menangis sekuat-kuatnya karena takut disuntik. Namun apalah dikata seberapa kuatnya aku mencoba melawan tetap kalah. Wong lawannya orang dewasa yang badannya 3 kali lebih besar dari aku. Setelah disuntik, aku bener2 nggak ingat apapun. Yang ku ingat esoknya, aku punya perban di daguku. Semua teman-teman di komplek perumahan ku menanyakan perban didaguku. Aku dengan bangga mengatakan "baru dijahit". Hehehe... sakit tapi senang. ANEH.
Ini kejadian waktu aku masih TK.
Bandel banget ya...
Sampe sekarang, masih banyak yang nanya why?
Malahan ada yang bilang itu sengaja ya.. sebagai tanda metal. Aku langsung tertawa dan menjelaskan apa yang sebenarnya?
Rindu sich...
Soalnya waktu kecil ngak mikir apa2
Kerjanya cuma main doank.
Waktu itu, aku dengan keluarga Q pergi ke rumah sodara tuk berlebaran, tepatnya di rumah Makbang (kakak sepupu ibuku). Kebayang dech, sebagai kakak tertua di keluarga, semua sodara-sodara ngumpul di situ. Base camp gitu. Aku juga senang banget. Semuanya ngumpul en bisa main2 dengan mereka.
Nah, waktu itu bang dedi (sodaraku) ngajak maen-maen gitu. Permainan anak lelaki, yaitu manjat tembok. Mulanya aku nolak. Abisnya ya nggak bisa. Aku sedikit lebih rendah dari dia. Otomatis, ngak nyampe. Bang dedi nantangin aku. Akhirnya aku luluh juga. Ditantang sich... gimana coba??? bangkitlah keberanianku.
Pas nyoba-nyoba naik. Eh ternyata bisa. Alhamdulillah... Senengnya. Abis itu, aku ditantang lagi buat megang atap. Pengen nyoba juga akhirnya. Perlahan-lahan nyobanya. Opssssssss... ngak nyampek. Jatuh dech ke lantai. Lantainya penuh dengan darahku. Daguku terluka. aku pun menangis. Kontan Bapakku bangun dan segera mengambilku. Kemudian beliau membopong ku ke rumah sakit dengan vespa yang aku nggak tahu punya siapa.
Nggak lama kemudian, jarum suntik membiusku. sebelumnya aku menangis sekuat-kuatnya karena takut disuntik. Namun apalah dikata seberapa kuatnya aku mencoba melawan tetap kalah. Wong lawannya orang dewasa yang badannya 3 kali lebih besar dari aku. Setelah disuntik, aku bener2 nggak ingat apapun. Yang ku ingat esoknya, aku punya perban di daguku. Semua teman-teman di komplek perumahan ku menanyakan perban didaguku. Aku dengan bangga mengatakan "baru dijahit". Hehehe... sakit tapi senang. ANEH.
Ini kejadian waktu aku masih TK.
Bandel banget ya...
Sampe sekarang, masih banyak yang nanya why?
Malahan ada yang bilang itu sengaja ya.. sebagai tanda metal. Aku langsung tertawa dan menjelaskan apa yang sebenarnya?
Thursday, May 8, 2008
Jadi ketua itu capek
11 Juni 2008 nanti, jurusan ku, tempatku kuliah, mau ngadain acara seminar mathfair
kebetulan aku dipercayakan untuk me....... itu lah...
sekarang aku makin stress
udah tempat pendaftaran nggak ada yang jaga
acara nya tinggal sebulan lagi.. gimana yach..?? makin pusing
acara nya aja aku nggak yakin sukses
Ya Allah...
sukseskanlah acara ini
kebetulan aku dipercayakan untuk me....... itu lah...
sekarang aku makin stress
udah tempat pendaftaran nggak ada yang jaga
acara nya tinggal sebulan lagi.. gimana yach..?? makin pusing
acara nya aja aku nggak yakin sukses
Ya Allah...
sukseskanlah acara ini
kesal ma suami
Kesal banget..
Gara-gara dengar gossip
Kalau digosok makin sip
Sebal banget dech...
Tingkat kepercayaanku tuk suamiku minus banget
BANGET!!
Padahal suamiku nggak salah apa-apa
I love suamiku
Meski kesal tetap love dech....
Gara-gara dengar gossip
Kalau digosok makin sip
Sebal banget dech...
Tingkat kepercayaanku tuk suamiku minus banget
BANGET!!
Padahal suamiku nggak salah apa-apa
I love suamiku
Meski kesal tetap love dech....
Monday, December 3, 2007
Aku Ingin Menangis, Maka Aku Menangis
Aku ingin menangis, maka aku menangis
Aku menangis
Ya Allah....
Apa yang harus kulakukan
Aku menderita
Kuatkan aku
Biarlah aku sendiri
tapi lihatlah aku
Aku begitu rapuh
Aku ingin di dekat Engkau ya Allah
Aku ingin kembali padaMu
Aku menangis
Ya Allah....
Apa yang harus kulakukan
Aku menderita
Kuatkan aku
Biarlah aku sendiri
tapi lihatlah aku
Aku begitu rapuh
Aku ingin di dekat Engkau ya Allah
Aku ingin kembali padaMu
Oh Tuhan
sebenarnya aku nggak tau mau gimana lagi
pusing...
rasanya aku ingin mati saja
mengapa aku ditakdirkan untuk seperti ini
oh Tuhan ampunkanlah aku
ampunkanlah aku
apa yang harus aku lakukan Tuhan?
hanya Engkau yang Maha Tahu segalanya
Katakanlah kepadaku
Aku ingin menangis
tapi air mata ini telah habis
apa harus mencongkel mata ini Tuhan
Kepada siapa lagi aku bisa mengadu
Hanya Engkau satu-satunya
pusing...
rasanya aku ingin mati saja
mengapa aku ditakdirkan untuk seperti ini
oh Tuhan ampunkanlah aku
ampunkanlah aku
apa yang harus aku lakukan Tuhan?
hanya Engkau yang Maha Tahu segalanya
Katakanlah kepadaku
Aku ingin menangis
tapi air mata ini telah habis
apa harus mencongkel mata ini Tuhan
Kepada siapa lagi aku bisa mengadu
Hanya Engkau satu-satunya
Subscribe to:
Posts (Atom)
